Selasa, 06 Desember 2016

10 Mitos - Mitos Terlarang Di Tempat Wisata

10 Mitos - Mitos Terlarang Di Tempat Wisata

Posted by Alimuddin Muhammad Thursday, May 26, 2011 0 comments

Mitos-Mitos Terlarang Tempat Wisata
Sebuah tempat wisata memang akan menjadi lebih menarik apabila ‘dibungkus’ dengan kisah-kisah (legenda) yang melatarbelakanginya. Misalnya kisah asal usul Gunung Tangkuban Perahu, legenda Danau Toba dan sebagainya. Termasuk mitos seputar tempat wisata tersebut. Mitos adalah kepercayaan yang disampaikan secara turun temurun dari mulut ke mulut mengenai suatu kejadian. Percaya atau tidaknya, itu tergantung Anda. Namanya juga mitos, jadi bisa benar-bisa juga salah kan? Jadi, tegantung bagaimana Anda untuk menyikapinya. Berikut ini mitos-mitos yang ada di tempat-tempat wisata:

1. Candi Prambanan di Jawa Tengah.

Kabarnya, banyak pasangan bubar di tengah jalan setelah pacaran di pelataran candi prambanan. Mereka konon dikutuk Bandung Bondowoso yang gagal menikan dengan Roro Jonggrang.

2. Tanah Lot di Bali.

Ada satu mitos yang menyebutkan kalau orang yang sedang pacaran dan membawa pacarnya berkunjung ke Tanah Lot dan melihat ular penjaga pura itu akan berakibat bubarnya hubungan. Tapi jika Anda tidak membawa pacar, silahkan lihat ular tersebut dan memegangnya sambil berdoa dalam hati. Mudah-mudahan akan terkabul. Namun sekali lagi ini hanya mitos.

3. Candi Gedong Songo di Jawa Tengah.

Candi Gedong Songo terletak di daerah dataran tinggi Ungaran, Jawa Tengah. Nama Candi Gedong Songo, memiliki arti Sembilan Bangunan Candi, yang terletak di komplek tersebut, dan dibangun secara terpisah-pisah tempatnya. Namun, pada kenyataannya candi yang ada di lokasi tersebut hanya berjumlah 8 buah! Konon barang siapa yang mampu melihat penampakan candi yang ke-9, berarti hidupnya tidak akan lama lagi!

4. Pantai Parangtritis di Jogja.

Pantai parangtritis terletak di Yogyakarta, yang merapak pantai yang mengahadap ke Samudra Hindia. Konon diceritakan bahwa Samudra Hindia tersebut merupakan wilayah kekuasaan Nyi Roro Kidul (sebangsa jin). Barangsiapa memakai pakaian berwarna hijau ketika bermain di pantai tersebut maka kemungkinan akan ditelan ombak laut parangtrisis, karena warna hijau adalah warna keusakaan Nyi Roro Kidul.

5. Gunung Lawu di Jawa Tengah.
Gunung lawu terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ketinggiannya yang mencapai 3.100 meter di atas permukaan air laut (dpl) memungkinkan bunga edelweiss dan populasi burung-burung indah hidup di sana. Apabila Anda tengah mendaki gunung tersebut, dan melihat burung bagus, yang ‘menggoda’ perjalanan Anda, sebaiknya dibiarkan saja, jangan dikejar untuk ditangkap sebagai koleksi di rumah. Karena sebenarnya burung itu tidak pernah ada, dia hanyalah penampakan yang memancing Anda agar mengikuti gerakannya, sehingga lepas dari jalur pendakian dan akhirnya tersesat.

6. Kabun Raya Bogor.
Katanya pasangan yang mengunjungi tempat ini rawan putus. mitosnya bisa putus kalo pasangan ngelewatin jembatan gantung merah yang ada didalam kawasan kebun raya bogor



7. Gua Ngerong, Tuban



Tuban yang saya tahu yakni sebagai kabupaten yang tenar akan hasil legen atau siwalannya. Namun ternyata tak hanya itu, karena disana juga terdapat objek wisata yang menarik dan sarat mitos, yakni Gua Ngerong.

Wisata Alam Gua Ngerong terletak di Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban. Lokasi ini bisa di lalui dari beberapa jalan, bisa melalui Tuban ataupun melalui Kabupaten Bojonegoro. Letaknya yang dipinggir jalan dan namanya yang sudah tersohor, tak menyulitkan kita untuk menjumpai objek wisata ini.

Ngerong yang berasal dari kata rong (dalam bahasa jawa berarti lubang). Dikisahkan awal munculnya Gua Rong ini karena pemimpin Kerajaan Gumenggeng, Raden Arya Bangah, melakukan pertapaan untuk menyelamatkan wilayahnya dari kekeringan. Selesai bertapa ditemani dua pengawalnya, lalu dia membuat sedikit galian di tanah (yang sekarang menjadi logasi gua ngerong). Nah tak dinyana konon katanya, saat Sang Raja melangkah pergi, galian tadi membentuk lubang besar yang kini dikenal sebagai gua Ngerong. Entah benar atau tidak, yang pasti kini gua tersebut sangat indah dan bermanfaat bagi penduduk sekitar dan para wisatawan.

Dilihat dari namanya otomatis ojek wisata ini berupa gua. Namun yang berbeda disini, ada aliran air sepanjang perjalanan kita menuju bibir gua. Air yang bening, biru dan berkedalaman minimal sekitar 30 cm dan maksimal kisaran 1 meter. Namun jika masih di area depan gua, belum terlalu dalam kok. Sebelum masuk ke gua yang berdiameter sekitar 3 meter ini, kita akan disambut dengan kepakan ratusan atau bahkan ribuan kelelawar. Hmmm ini dia daya tariknya, yah walau hidung kita bakal agak kecemar sama bau kotoran para kelelawar itu, yang memang hinggap di atas gua dan bahkan jatuh bertebaran di dalam aliran air sungai hingga teradang menjadi makanan bagi para ikan ataupun kura-kuran yang jumlahnya melimpah disana. Menyusuri aliran sungai di dalam gua akan terasa sangat mengasyikkan karena kita bisa melihat kumpulan ikan dan kura berenang kesana kemari, apalagi jika kita melempar beberapa makanan, dijamin mereka akan berebut adu cepat memakannya. Sungguh pemandangan yang lucu dan bisa ngilangin stres.

Tak berbeda dengan objek wisata lain di Indonesia, keberadaan gua Ngerong pun tak luput dari mitos. Namun semua mitos sebenarnya ada logikanya, diantaranya sebagai berikut :

1. Dilarang keras mengambil dan membawa pulang ikan ataupun kura yang ada di dalam perairan gua. Jika nekat maka nyawa Anda taruhannya.

2. Ikan-ikan dan beberapa kura yang ada disitu konon katanya berusia ribuan tahun dan tidak pernah punah justru makin banyak, hingga dianggap keramat.

Fakta penangkalnya secara logika yani :

1. Sudah saya infokan diatas, bahwa para ikan dan kura disana terkadang memakan kotoran kelelawar ataupun beberapa makanan lain dari pengunjung, yang jenis makanannya tak bisa dijamin keamannannya. Semisal kotoran kelelawar itu kan mengandung zat amonia NH3 yang sangat berbahaya bagi tubuh jika dimakan, jadi sangat rasional jika ada orang yang memakan ikan dari sungai ini dapat berujung pada kematian.

2. Nah karena sudah keburu ditakuti bakal berdampak kematian, ya otomatis para pengunjung takut dan ngga berani ngambil kura ataupun ikan disana. Akibatnya jelas, ikan dan kura jumlahnya tak berkurang dan bahkan makin banyak karena berkembang biak.

Hmm apapun mitosnya, biar menjadi misteri budaya yang harus kita hormati dan cintai, selayaknya cinta dan hormat kita pada obyek wisata ini. Anda sudah siap menyusuri Gua Ngerong ?


8. Air Terjun Ngelirip



Dari sowan langsung saja kita ke nglirip,tepatnya terletak dikecmatan montong, sekitar ± 25 km dari pusat kota tuban, wisata nglirip merupakan wisata air terjun yang termasuk salah satu tempat wisata yang dijadikan sebagai sundtrak film yang dibintangi oeh bintang terkenal H. Roma irama, dalam judul PENGORBANAN. Disamping itu pemandangan air terjun ini sangat indah di nikmati,apalagi kalau diperhatiakan betul-betul,air terjun ini seperti sebuah tarian ysng sangat indah,disamping keindahanya tempat wisata ini juga menyinpan mitos yang sudah sangat melekat di masyarakat mitos tersebut adalah apabila ada sejoli yang datang kesitu maka tidak lama kemudian hubungan mereka akan berakhir,entah mitos ini benar apa tidak, tapi yang jelas saya punya teman yang benar-benar menaglami hal tersebut. Disamping mitos tersebut, beredar pula cerita dimasyarakat yang megatakan bahwa sebenarnya dibalik air terjun tersebut terdapat Goa yang besar, yeng dulunya goa tersebut ditempati oleh seorang putri yang sedang menunggu kekasihnya yang pergi,dan sampai saat ini katanya putrid tersebut masih manunggu dan kadang-kadang muncul ditengah-tengah masyarakat,baik itu sedang belanja atau yang lainnya.



9. Gua Maharani, Lamongan Jawa Timur






Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, ada beberapa mitos yang dipercaya.
Salah satunya adalah tentang sosok Roro Ayu Mantili, putri dari kerajaan Madangkara, yang sering menampakkan diri di dalam gua didampingi para embannya.
Air suci ini bersumber pada sebuah sumur yang terletak di tengah gua yang berbentuk mulut naga. Air tersebut dapat dipergunakan untuk penyembuhan berbagai penyakit, termasuk seperti penyakit gila.
Menurut penuturan juru kunci Gua Maharani, Sugeng, bahwa setiap bulan suro Jumat Kliwon para wali Allah (Wali Songo) mengadakan pertemuan di dalam bagian gua yang berbentuk mulut naga tersebut. Ia juga pernah bertemu sapa dengan Bung Karno sebanyak dua kali di sana.


10. Batu Cinta, Situ Patenggang



Batu ini memiliki mitos juga loh.. menurut masyarakat patenggang dulunya ada sepasang kekasih bernama batucintaKi santang putranya Siliwangi dan Dewi Rengganis. Mereka berpisah karena terjadi perang pada saat itu. Karena asmaranya begitu dalam akhirnya mereka dipertemukan kembali di suatu tempat yang sampai saat ini bernama “Batu Cinta”, batu inilah yang menjadi saksi bisu dipertemukannya cinta mereka kembali. (cuit..cuitt… so romantic). So cepet-cepet ajak kekasih anda ke Situ Patenggang biar langgeng tuh hubungan… hihihi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar